Friday, December 30, 2016

Kebiasaan ‘Mahal’ Ini Ternyata Menghambat Kemajuan Keuangan Kamu, Gak Percaya?


‘Pengin punya mobil mewah….andai a..a..a..aku jadi orang kaya’ Tahu dong ini sekelumit lirik lagu siapa? Yes, tembang lawas berjudul ‘Andai’ tahun 90-an tersebut dipopulerkan oleh Oppie Andaresta.
Bukan hanya sekedar lagu semata loh. Kenyataannya semua orang punya cita-cita jadi kaya. Minimal sebagian besar dari kita sering berandai-andai punya barang-barang mewah kayak rumah, mobil bahkan pulau pribadi. 

Sayangnya gak semua orang beruntung, terlahir dari keluarga yang terlanjur kaya. Punya harta yang gak akan habis dimakan oleh 7 turunan. Sebagian besar dari kita hanyalah masyarakat sederhana dengan keuangan yang pas-pasan. 

Jangan heran kalau banyak orang yang berusaha mewujudkan angan-angan punya barang-barang mewah. Saking inginnya merasakan hidup bagai konglomerat itulah, kita sering lengah soal keuangan. 

Berikut kebiasaan yang bisa dibilang ‘mahal’ karena pada akhirnya merusak kondisi keuangan kita. 

1. Punya mobil 

Mentang-mentang sekarang kredit mobil makin mudah dan banyak pilihan lalu lupa. Lupa kalau harus menyisihkan biaya perawatan paling gak setiap tiga bulan sekali. Jangan lupa juga sama pajak dan uang bensin.

Punya mobil tuh gak gampang, jadi harus pikir sekian kali ya (Mobil Pribadi / Photobucket)
 
Banyak orang maksain diri kredit mobil padahal gak punya garasi plus tagihan cicilan lainnya juga masih banyak. ‘Terserah gue dong’ biasanya kalimat kayak gini yang bakal dilontarin saat dikasih masukan.  

2. Beli barang harus bermerek 

Sudah terbiasa beli baju merek Zara, sepatu Nine West, arloji Swiss Army dan seterusnya. Emang sih harga merek-merek tersebut gak sefantastis merek-merek sekelas Gucci atau Louis Vuitton. Tapi kalau setiap belanja harus yang bermerek gimana kantong gak jebol bro! 

3. Terlalu sering ke supermarket  

Sehari bisa 2 – 3 kali bolak-balik ke supermarket, beli pasta gigi lah, rokok lah, jajan snack dan lainnya. Kalau memelihara kebiasaan yang kayak gini ya gak mustahil lama-lama rekening tergerus.
Lebih hemat kalau kebutuhan utama selalu dicatat dan dibeli saat jadwal belanja bulanan. 

Harga barang yang dibeli grosiran jauh lebih hemat dibanding beli satuan dengan frekuensi sering. 

4. Kebiasaan ceroboh yang diremehkan 

Pernah mengalami kehilangan barang gak? Mulai dari charger hp, earphone, sampai kehilangan cinta, hehehe. Saat barang-barang tersebut hilang biasanya kita cuma bilang ‘ah jangan kayak orang susah, beli lagi aja lah’

Belanja di supermarket emang paling asyik ya sis (Supermarket / Tokopedia)

 Mungkin harga barang-barang yang hilang belum bikin kamu elus dada ya. Bayangin kalau ceroboh dan sering menghilangkan benda-benda tersebut? Uang yang seharusnya bisa ditabung atau untuk hal lain, jadi terpakai. 

5. Menuruti hasrat hobi 

Hobi banget sama yang namanya action figure sampai rela rogoh kocek hingga jutaan rupiah setiap ada edisi terbaru. Sama halnya kalau punya hobi nyalon. Seminggu sekali wajib nyalon, kalau gak ke salon tuh kayaknya kecantikan berkurang sekian persen. Lebay! 

Punya hobi boleh aja, gak ada yang ngelarang kok. Apalagi kalau hobi bisa jadi penyaluran bakat terpendam dan hiburan buat diri sendiri. Saat hobi sudah mempengaruhi beban pengeluaran setiap bulannya, pikir-pikir lagi deh. 

6. Lalai soal kesehatan 

Sering menunda medical check-up atau periksa gigi karena takut. Padahal yang namanya penyakit lebih baik kalau bisa terdeteksi dari awal. 

Kalau dibiarkan berlarut-larut bisa semakin parah dan pasti harus mengeluarkan biaya lebih besar karena penyakit yang sudah memasuki level parah butuh penanganan khusus. 

7. Makan di luar 

Punya kebiasaan gatel nyobain semua tempat makan baru atau tempat nongkrong yang instagramable. Ngerasa kalau hangout dan makan-makan cantik di cafe itu reward buat diri sendiri. Bukan gak mungkin jebol lama-lama tuh dompet kalau keseringan.

Makan di luar apalagi bareng teman pasti seru, tapi kalau setiap hari ya bisa bokek dong (Makan di Luar / Cnnindonesia)
 
8. Jadi member pusat kebugaran 

Niatnya mau sehat dengan daftar di pusat kebugaran alias gym. Sekalian ikutan trend teman-teman kantor deh. Gak murah loh bayar keanggotaan pusat kebugaran. 

Kenyataannya, cuma semangat di awal aja tuh. Yang ada mubazir deh uang keanggotaan yang dibayar setiap bulan tapi gak pernah rajin datang. 

9. Sok jadi traveler 

Pengin kayak teman-teman yang hobi traveling minimal 3 bulan sekali. Gak apa-apa sih kalau mau traveling, toh bagus buat refreshing. Tapi, kalau gak sadar diri sama kondisi keuangan pribadi yang pas-asan setiap bulan ya bakalan runyam. 

Dahulukan kebutuhan di atas keinginan. Kalau mau traveling mending nabung aja dulu deh. Jangan ngegampangin ikut traveling sana-sini dengan mengandalkan kartu kredit atau utang. 

Mungkin masih banyak kebiasaan lain yang bisa jadii nilainya gak besar tapi bakalan bisa jadi ‘mahal’ kalau gak waspada. 

Ingat, hidup tuh bukan cuma untuk hari ini. Jaga dan atur baik-baik keuangan kamu kalau gak mau menyesal di kemudian hari.

Kisah Inspiratif 5 Orang Ini Bisa Membangkitkan Daya Juang Meraih Kesuksesanmu

‘Ita, gue gak ngantor ah hari ini, perut agak gak enak nih.’ Ujar Lia lewat telepon. ‘Yaelah Li, sebulan ini lo udah berapa kali absen? Yakin sakit beneran apa males?’ Jawab Ita sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah rekan sekerjanya yang sering bolos keerja.

Eits, kamu berasa nih sering ngelakuin seperti apa yang Lia lakuin ya? Kalau iya ayo deh mulai intropeksi diri, kenapa daya juangmu selemah itu. Katanya mau naik gaji? Katanya mau dipromosiin bos? Tunjukkin dong kalau kamu layak. 

Biar semangat dan termotivasi lagi, bangkitkan deh daya juang kamu dalam meraih sukses dengan menyimak kisah inspiratif dari kelima orang ini.

1. Jack Chen

Siapapun yang berpapasan dengan Jack Chen pasti gak akan mengira bahwa penyandang tuna netra ini punya profesi. Yup, Jack Chen sampai saat ini bekerja sebagai penasehat produk untuk Google dan mengawasi persoalan hukum terkait Chrome.

Dengan keterbatasan fisik ini, Jack Chen bisa membuktikan ke dunia kalau dia bisa menghadapi tantangan yang ada. (Jack Chen/TeknTrend)

Kehilangan penglihatan gak lantas bikin Jack jadi pribadi yang manja dan menyerah pada keterbatasan fisik. Ia bahkan menggunakan transportasi kereta dari rumahnya di New Jersey ke kantornya yang terletak di New York. 

Jack memiliki gelar di bidang ilmu komputer dari Harvard dan Berkeley loh. Sebelumnya Jack juga pernah magang di sebuah operator seluler di AS dan pernah menjadi teknisi sistem di Xanboo Inc.

2. Linda Bove

Sosok inspiratif berikutnya adalah seorang artis Amerika yang kehilangan indera pendengarannya alias tuna rungu. Wah, hebat ya, kok bisa jadi artis? Yup, Linda Bove jadi seorang artis yang fenomenal karena keterbatasannya. 

Gadis tuna rungu ini sukses membuktikan ia dapat menjadi seorang bintang. Linda mengambil peran penting dalam Linda the Librarian pada sebuah program televisi Sesame Street mulai tahun 1971 – 2003.

Nggak ada yang bisa menghalangi Linda Bove untuk jadi seorang bintang. (Linda Bove/Zimbio)

Kamu tahu gak sih, program ini merupakan program terlama yang pernah ditayangkan dan diperankan oleh seorang gadis tulis. 

Terlahir dengan kondisi yang terbatas fisik gak menyurutkan semangat juang dalam diri Linda. Ia selalu berusaha untuk tetap bisa berkarir dan bermanfaat bagi banyak orang. Wah, ini nih daya juang yang wajib kita teladani supaya bisa sukses ya.

3. Anthony Robles

Laki-laki yang satu ini bernama Anthony Robles dari Arizona State University. Dan ia hanya memiliki satu kaki. Apakah Anthony lalu hidup dengan mengharap belas kasihan orang lain? Oh tentu saja gak. 

Ia melawan kondisi fisiknya yang terbatas itu dengan menjadi seorang atlet gulat kelas berat. Terlahir hanya dengan satu kaki ternyata gak sanggup menghentikannya menjadi juara nasional. Tentu saja Anthony berjuang keras untuk mencapai kesuksesan tersebut. 

Lahir dengan satu kaki, tapi Robles bisa menang dan menjadi juara. Keterbatasan fisik juga nggak bakal menghalangi seseorang untuk terus berlatih. (Anthony Robles/Daily Sports)


Apakah kita yang dikaruniai dengan fisik lengkap masih mau mencari-cari alasan atau menyerah dengan permasalahan yang kerap menghadang? Malu dong ah!

4. Nick Vujicic

Tokoh inspiratif yang satu ini mungkin sudah banyak yang tahu atau pernah membaca kisahnya. Nick Vujicic, pria yang lahir pada tahun 1982 di Melbourne, Australia, terlahir dengan kondisi fisik yang bakal menyayat hati siapapun yang melihatnya.

Nggak ada yang mustahil di dunia ini. Kamu pun bisa sukses, dengan belajar dari Nick Vujicic (Nick Vujicic/AttitudeisAttitude)

Nick terlahir dengan tetra-amelia syndrome atau sebuah cacat fisik yang menyebabkan penderitanya gak memiliki anggota gerak di tubuhnya. Tak memiliki tangan dan kaki. Kamu bisa bayangkan, betapa berat hidup yang dijalani seseorang dengan keterbatasan fisik demikian. 

Walau sempat berjuang melalui masa-masa yang penuh dengan depresi dan kesendirian, lama-kelamaan Nick mulai bisa menerima. Ia hidup dengan kondisi tubuh yang gak sempurna. Hingga pada suatu hari, di usianya yang ke 17 tahun, Nick mendirikan sebuah organisasi non-profit bernama ‘Life without limbs.’ 

Nick sukses menjadi seorang motivator sejak berusia 19 tahun dan berkeliling dunia. Ia berusaha menginspirasi dan memotivasi banyak orang untuk percaya dan mencintai diri sendiri. Ia juga sukses menulis empat buku motivasi.

5. Srikanth Bolla

Kisah pemuda asal India ini mungkin bisa bikin kita ternganga takjub dan tersentuh. Sebagai seorang anak yang lahir dalam kondisi tuna netra, kisah awal hidup Srikanth sangat menyentuh. Beberapa teman dan kerabat meyarankan agar Srikanth dibuang oleh orangtuanya karena miskin. 

Namun orangtuanya tetap memelihara dan mencintai Srikanth. Sedari kecil Srikanth berjuang untuk memperoleh pendidikan yang layak walau banyak yang menghalangi. Ia gak menyerah dan akhirnya berhasil lulus dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat dan lulus pada 2012.

Kunci fundamental dari sebuah kesuksesan itu adalah semangat, jangan mudah menyerah dan jangan berhenti belajar. Percaya deh. (Srikanth Bolla/NDTV)

Setelah lulus, Srikanth kembali ke India dan bertekad mendirikan perusahaan yang akan mempekerjakan orang-orang berkebutuhan khusus seperti dirinya. Tekadnya berhasil! Di usianya yang masih terbilang belia, Srikanth telah sukses mendirikan sebuah perusahaan.

Gak main-main loh, nilai perusahaannya sebesar US$7,5 juta atau setara dengan Rp 100 milyar.
Mungkin masih banyak sosok-sosok inspiratif seperti di atas yang bisa kita temukan. Belajarlah dari semua orang, bahkan dari mereka yang memiliki keterbatasan. 

Orang-orang di atas telah menjadi bukti nyata betapa pencapaian hidup gak bisa dihalangi oleh fisik yang gak lengkap. Yang dibutuhkan untuk sukses adalah tekad sekuat baja dan daya juang yang pantang pulang sebelum menang. So, semangat lagi dong!

Terlalu Selektif Soal Kerjaan Bisa Bikin Kamu Jadi Pengangguran Abadi, Mau?

Bersikap selektif itu perlu. Bahkan penting. Tapi, jangan sampai terlalu selektif. Apalagi dalam soal kerjaan.

Orang yang terlalu selektif soal kerjaan bisa jadi pengganguran abadi. Tanya kenapa? Sebab, bisa-bisa pekerjaan yang dinanti-nanti gak kunjung tiba.

Seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sakit kan rasanya?

Makanya, kalau sudah bicara tentang pekerjaan, akan ada sederet hal yang mesti dikompromikan. Memang, beberapa orang bisa sukses mendapatkan pekerjaan impian.

Yang punya hobi baca-tulis, misalnya, bisa jadi editor penerbitan terkemuka. Atau yang hobinya masak berhasil buka restoran sendiri. 

Tentu saja pekerjaan yang bertautan dengan hobi ini mesti disyukuri. Harus benar-benar tekun menjalaninya, karena kesempatan seperti itu mungkin jarang ada.

Sebaliknya, ada yang harus menjalani pekerjaan yang sebenarnya gak masuk hitungannya. Sebab, susah mendapat pekerjaan yang diidam-idamkan tersebut.

Mungkin pengin kerja di perusahaan minyak internasional, tapi selalu gagal dalam tes. Akhirnya “nyasar” ke BUMN, tapi di sektor perminyakan juga.

Bahkan ada yang lebih bikin iba. Penginnya jadi guru sekolah internasional, eh, malah jadi petugas administrasinya.

Apakah hal-hal tersebut bikin sedih, iya. Tapi apakah berarti mereka gagal? Jelas enggak.

Justru tahap tersebut mesti dilalui dengan baik agar bisa jadi batu loncatan untuk meraih pekerjaan impian. Bukan lantas menyerah begitu saja dan menerima nasib kerja di tempat yang dinilai kurang cocok.

Cintai pekerjaanmu, ia pasti akan mencintai balik dan gak akan selingkuh. (I love my Job/DubaiEye)

Inilah yang sering terlintas di pikiran orang-orang yang terlalu selektif soal kerjaan. Daripada kerja gak pas di hati, mending gak usah kerja. Memangnya enak jadi penganggur?

Kerja sesuai dengan latar belakang atau passion memang mesti jadi tujuan, tapi menjadi penganggur abadi jelas bukanlah cara untuk mencapainya. Tanpa kita sadari, banyak kerugian yang kita dapat jika terlalu selektif soal kerjaan.

Jadi pengangguran abadi adalah puncaknya. Selagi kita tolak tawaran kerja A-Z, kita pun menderita kerugian berikut ini:

1. Gak punya penghasilan

Kerja gak sesuai passion memang bikin suntuk, tapi itu bukan alasan buat kerja asal-asalan (Bosan di kantor/Fooj)

Saat gak kerja, berarti gak punya penghasilan. Ya, mungkin bisa kerja sampingan sambil cari kerjaan utama. Tapi berapa sih penghasilannya? Dapat tunjangan kesehatan, pensiun?

2. Hidup terbatas

Berkaitan dengan poin di atas, saat gak ada penghasilan, berarti hidup bakal serba terbatas. Masak, mau bergantung terus pada orang tua?

4. Kehilangan kesempatan karir

Kerja di level awal bukan berarti bakal mentok selamanya di situ. Kecuali memang kita gak punya niat untuk naik level. Jadi, gak apa-apa terima tawaran kerja di level awal, demi perjalanan karir ke depan.

4. Jaringan sempit

Saat kerja, berarti ada teman baru di kantor. Ini artinya jaringan bakal lebih luas. Kita pun bisa mencari peluang untuk kepentingan karir dari jaringan yang lebih besar ini, termasuk cari jodoh juga.
Itu empat contoh kerugian jika tolak kerja terus-terusan. Mungkin ada lebih banyak lagi kerugian di luar sana yang gak tersadari.

Sebagai pencari kerja, mestinya kita menyesuaikan target kerja dengan kapasitas diri. Mungkin tawaran kerja yang datang itu sesuai dengan kemampuan kita, meski sebenarnya menurut pribadi sendiri seharusnya dinilai lebih.

Itulah pentingnya introspeksi jika terus-terusan gagal mendapatkan pekerjaan impian. Bisa jadi standar seleksi yang kita patok terlalu tinggi untuk ukuran kapasitas sendiri.

Orang kerja harus enjoy, lihat tuh anggota DPR pada enjoy sehingga rekening tetep tebel (enjoy di tempat kerja/Pieria)


Walhasil, tawaran yang datang ya itu-itu saja, yang selaras dengan level kita. Makanya, sah-sah saja ambil suatu tawaran kerja di level bawah. Toh, peluang untuk lompat ke level di atasnya tetap terbuka.

Siapa sih yang rela hidup tanpa penghasilan berbulan-bulan demi mendapat kerja yang dirasa pas. Kalau sudah ada backup dana dari orang tua, itu mungkin saja. Pertanyaannya, kapan bisa hidup mandiri guys?

Berencana Menikah Tahun Depan Bro, Tinggalin 6 kebiasaan Ini ya




Menikah itu banyak banget manfaatnya bro, selamat deh buat yang berencana menikah tahun depan. Kamu bisa nabung bareng, usaha bareng, jalan-jalan bareng, dan lainnya. Pokoknya bareng-bareng deh.

Tapi, nikah itu bukan proses main-main. Nikah itu nggak kayak pacaran, karena kamu udah nggak  bisa lagi bersikap individualistis.

Apapun harus dipikir untuk kepentingan untuk bersama. Walaupun emang kenyataannya nggak enak buatmu, tapi itulah yang namanya pengorbanan seorang suami.

Nah khusus calon suami yang berencana menikah tahun depan, tinggalin deh kebiasaan-kebiasaan ini. Biar hubungan dengan pasangan makin harmonis. Apa aja sih? Yuk kita cari tahu.

1. Pelit

Hemat itu wajib tapi jangan sampai pelit. Sebagai suami kamu wajib nafkahin keluargamu.
Pelit bisa diartikan, selalu nggak transparan mengenai pendapatan kamu ke istri. Dan kebanyakan nolak membelikan sesuatu yang diminta istri, dengan alasan kemahalan. Padahal yang diminta harganya nggak sampai 10 persen gaji kamu.

 Jangan pernah samakan suami pelit dan hemat. Suami hemat itu visioner, mereka mengutamakan masa depan, suami pelit lebih mikirin diri sendiri (kasih uang receh/Jeff Jacoby)


Kalau istri minta rumah baru, tapi kamu belum sanggup secara finansial ya jangan dipaksa. Tapi kalau sesekali istri minta diajak traveling keluar kota, ya nggak apa-apalah.

Buat yang berencana menikah tahun depan, ada baiknya banyakin ngobrol soal kelola keuangan sama calon istri. Menyamakan pendapat soal keuangan itu penting. Jujurlah dengan masalah keuangan di masa lalu, cara kamu ngatur keuangan, cara nabung dan lainnya.

2. Malas

Udah nggak jaman ya bro buat malas-malasan. Sebagai kepala keluarga, udah kewajiban kamu cari menghidupi istri dan anak.

Bahkan kalau perlu cari pekerjaan tambahan sekuat tenaga kamu. Karena yang terpenting bagi seorang suami adalah keluarganya.

3. Buang-buang duit

Niatnya nyenengin istri baru, ajak traveling keliling Indonesia, nyicil mobil baru, dan tiap makan di restoran mewah. Padahal penghasilan perbulan belum dua digit. Hadeehh..

Seneng-seneng boleh tapi pikir-pikir dulu deh kalau nggak penting-penting amat. Mending uangnya ditabung buat dp rumah atau buka usaha kecil-kecilan.

Masa depan itu lebih penting daripada hura-hura bro. Kamu nggak tahu apa yang terjadi di masa depan (Uang pecahan Rp 50.000/ Sindonews)
 
Buat mas bro yang laper mata dengan barang-barang konsumtif, mending apply asuransi jiwa deh. Asuransi itu penting banget buat orang yang berencana menikah tahun depan.

Kita nggak tahu apa yang bakal terjadi di masa depan. Dan wajib buat suami untuk selalu siap sedia, tidak membebanin keluarga.

Asuransi juga bisa bikin kamu nggak boros. Karena tiap bulan kamu harus sisihkan dana untuk bayar polisnya. 

Daripada beli barang nggak jelas, mending bayar asuransi kan. Ingat ya bro, wajib hukumnya bagi suami untuk melek asuransi.

4. Suka marah-marah

Senang dibawelin istri? Pasti nggak dong. Kalau gitu nggak perlulah marah-marah. Membentak istri itu nggak sopan, apalagi melakukan kekerasan fisik.

Kamu sudah dewasa, apapun masalahnya hadapi dengan kepala dingin. Sikap tenang dan penuh cinta itu bisa bikin istrimu nyaman.

5. Bohong

Nggak ada yang suka dibohongi dengan alasan apapun. Ketika kamu ketahuan bohong, maka habislah semuanya.

Kejujuran itu pahit bro, tapi rasa pahit itu jauh lebih baik daripada bohong yang terdengar manis. Kapanpun kamu bohong, suatu saat pasti terkuak (Ilustrasi Bohong/BRIMG)

Apa kamu rela ngebuang semua kebahagiaan sama istri yang udah kamu bangun? Tetaplah jujur dalam apapun bro. Karena kamu sudah berjanji sama Tuhan saat kamu nikahin dia.

Berencana menikah tahun depan? Tinggalin deh kebiasaan bohong kamu.

6. Sering kritik

Istri punya ide bisnis jual pulsa, kamu kritik karena nggak nguntungin. Istri pengen beli mobil untuk disewain, kamu kritik lagi karena takut rugi ama cicilan.

Jangan terjebak sama kebiasaan mengkritik. Apalagi kritik tanpa solusi. Coba berikan apresiasi dulu sama idenya. Dan kasih saran ke dia kalau memang idenya nggak sesuai.

Mempertahankan hubungan itu nggak semudah membalikkan telapak tangan bro. Jangan sampai perkataanmu ke dia jadi sumber perselisihan (Berpegangan tangan/Republika)

Ide bisnis itu bagus lho, tandanya kamu punya istri yang mau mikirin masa depan keluarga. Dia cuma butuh dukungan kamu biar semangat dan sukses.

So gimana bro, makin paham kan sama kebiasaan yang harus kamu tinggalkan. Sekali lagi selamat ya, semoga langgeng yah sampai jadi kakek nenek. Dan semoga kamu jadi pria yang sukses idaman mertua.
 

Thursday, December 29, 2016

Gak Pernah Olahraga, Jangan Harap Keuangan Terjaga


Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Itu pepatah lama yang relevansinya terus ada sampai sekarang.

Tapi ada satu lagi pepatah soal kesehatan yang juga masih relevan. Di luar tubuh yang sehat, ada kondisi keuangan yang kuat.

Begini penjelasannya. Tahu dong, kalimat sindiran yang sering dikumandangkan para aktivis: orang miskin dilarang sakit.

Kalimat itu ada benarnya. Sudah banyak berita tentang warga yang keuangannya lemah mesti menerima nasib dirawat di rumah meski penyakitnya parah.

Penyebabnya satu: gak punya biaya. Mau ke rumah sakit, harus bayar uang jaminan jutaan rupiah. Sedangkan duit di tabungan gak cukup untuk itu.

Apalagi nanti masih harus bayar biaya selama di rumah sakit. Karena itulah mereka lebih memilih rumah sebagai tempat perawatan, meski taruhannya adalah nyawa karena minimnya peralatan.

Kesehatan memang mahal harganya. Suka gak suka, mau gak mau, begitulah kenyataannya. Untuk terhindar dari jurang akibat kesehatan yang menurun, ada satu cara: berolahraga.

Memang, olahraga hanya satu faktor. Tapi faktor ini begitu penting diperhatikan agar kesehatan gak terganggu, sehingga keuangan pun aman.

Berikut ini sederet alasan kenapa olahraga itu penting demi menjaga keuangan.

1. Sekali sakit parah, bubrah

Orang yang gak pernah sakit bisa saja langsung tepar begitu kena. Lihat saja presenter terkenal Gugun Gondrong. Sebelumnya, dia gak pernah merasa sakit.

Mencegah lebih baik daripada mengobat, kerja keras boleh, olahraga jangan lupa (ilustrasi mau disuntik/Kompasiana)
 
Tapi tiba-tiba gak sadarkan diri. Oleh dokter, dia divonis tumor otak. Itu Gugun sudah hobi berolahraga, lho. Bagaimana yang gak pernah berolahraga?

Sakit yang parah otomatis membuat aktivitas terganggu. Artinya, penghasilan gak lancar seperti sebelumnya, bahkan bisa jadi terhenti total.

Belum lagi mesti keluar duit untuk bayar biaya pengobatan, perawatan, dan pemulihan. Kalau sudah ada BPJS atau asuransi, mungkin bisa mending. Tapi tetap saja, kehidupan bakal terganggu.

2. Kuras segalanya

Selain uang, tenaga dan waktu bakal terkuras ketika sudah jatuh sakit. Kita bakal dipaksa mengorbankan segalanya demi pemulihan diri.

Bahkan almarhum Olga sampai menjual rumahnya untuk pengobatan (Berita Olga Syahputra/Liputan6)

Setiap hari harus terapi. Kemudian kontrol ke dokter rutin seminggu dua kali. Itu belum termasuk minum obat macam-macam.

Apalagi jika penyakitnya memerlukan obat khusus yang harganya mahal. Bahkan kadang obat itu gak selalu ada ketika dibutuhkan, alias antre dulu. Kebayang kan ribetnya.

3. Kubur segalanya

Dengan kondisi tubuh sakit, susah untuk mengejar target dalam kehidupan. Target karir, jodoh, semua mesti terkubur.

Mungkin beberapa masih bisa menyelamatkan target itu. Namun harus ada revisi, karena kondisi dan situasi sudah berubah.

Jika masih konsisten dengan target sebelumnya, tidak logis. Walau begitu, tetap saja, rasa sakit harus dihadapi demi meraih target kehidupan yang diinginkan, bukan malah menyerah pada nasib.

4. Sehat sejahtera

Olahraga gak selalu harus ke gym 2-3 jam. Cukup joging pagi atau perbanyak jalan kaki tiap hari. Yang penting adalah olahraga dilakukan dengan rutin dan gak memaksakan diri.

Joging sama keluarga, kemudian sarapan bareng, santai bareng. Sehat, sejahtera, bahagia (Joging/IStockphoto)

Saat kondisi tubuh lagi gak fit, misalnya, gak perlu joging hingga 5 kilometer seperti biasanya. Satu kilometer juga cukup. Bahkan kalau memang harus isitrahat, ya sudah. Joging libur dulu.

Olahraga membuat kita sehat dan sejahtera. Dengan kondisi kesehatan baik, kita bisa lancar menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan dunia kerja.

Saat badan sehat, kerja pun gak akan terganggu. Dengan demikian, usaha untuk mencapai impian dalam hidup bisa lebih dimaksimalkan.

Duit Menipis, Ini Tips Bertahan Hidup di Tanggal Tua


Ketika tiba tanggal tua, Dodi biasa sarapan pakai kari ayam, makan siang pakai soto, dan makan malam lauk ayam bawang. Keren kan?

Sayangnya, nama-nama lauk nan laziz itu cuma rasa. Gak salah kalau ada yang menebak si Dodi makan mi instan dengan rasa macam-macam itu.

Bilangnya mau ngirit, tapi mi instan yang dibeli impor. Helloow (Mie Samyang/bean5spilled)
 
Pasalnya, duit Dodi menipis saat tanggal tua. Walhasil, dia mesti menjalankan segala cara untuk bisa bertahan hidup di tanggal tua.

Memang, tanggal tua selalu identik dengan keluhan dompet kosong, kasbon, sampai pengiritan ekstrem. Dodi itu contohnya. 

Bahkan ada yang sehari cuma makan sekali demi keberlangsungan hidup. Cara-cara itu memang tampaknya mujarab, tapi efek sampingnya bisa membahayakan.

Makan mi instan terus-terusan jelas berbahaya karena banyak kandungan kimianya. Makan sehari sekali, bisa-bisa tubuh loyo dua hari.

Berikut ini ada sejumlah tips bertahan hidup di tanggal tua yang aman buat jiwa dan raga, mungkin bisa dicoba:

1. Kurangi jajan

Beberapa orang punya kebiasaan sering gak sadar keluar duit sedikit tapi sering: jajan. Pagi beli kopi instan, rokok, plus gorengan padahal sudah makan kenyang.

Siang beli es cendol karena berasa panas. Sore beli gorengan lagi. Malamnya beli keripik. 

Saat menjelang tanggal tua, stop kebiasaan ini. Keluar duitnya gak kerasa, tiba-tiba pas udah tanggal tua baru pusing duit menipis.

2. Masak sendiri
 

Masak sendiri selain lebih hemat, bisa dikembangkan jadi usaha lho (Masak/masaksendiriyuk)


Masak makanan sendiri jelas lebih sehat dan hemat. Bahan makanan bisa kita cek sendiri kualitasnya, apa ada yang bususk atau masih segar. Minyak yang dipakai pun bisa kita pastikan kesegarannya, bukan yang udah menghitam.

Beli bahan sayur sop Rp 10 ribu di pasar bisa buat makan tiga kali sehari lho. Menunya pun bisa diutak-atik meski yang utama tetap sop. Gak percaya? Coba aja sendiri.

3. Hangout di rumah

Saat datang ajakan hangout dari teman, tengok dulu isi dompet. Gak perlu sungkan menolak jika memang kondisi keuangan lagi tipis. Atau, ajak hangout di rumah saja.

Makanan bisa disiapkan sendiri, gak perlu keluar duit buat bensin atau parkir. Bikin acara nonton bareng, misalnya. Cukup sewa DVD atau streaming, tetap bisa have fun meski dengan pengiritan.

4. Atur dari awal

Bisa diprediksi, mereka yang suka pusing mikirin duit saat tanggal tua lalai mengatur keuangan. Ketika gajian, sibuk mau beli ini-itu. 

Jangankan mikir investasi. Tabungan pun kadang diisi kadang gak. Jadilah gak punya dana cadangan ketika kondisi dompet lagi tipis.

Itulah kenapa diperlukan pengaturan keuangan sejak awal. Alokasikan berapa buat belanja kebutuhan, berapa yang ditabung dan investasi, berapa buat senang-senang.

Jangan lupa alokasi bayar utang juga kalau punya. Jangan sampai menomorduakan utang, apalagi yang berhubungan dengan lembaga resmi kayak bank atau dealer.

Utang ke teman mungkin bisa ditunda pembayarannya pakai janji bayar bulan depan. Tapi kalau urusannya dengan bank, lain ceritanya.

Kita gak mesti bingung bagaimana bertahan hidup di tanggal tua jika sadar akan pentingnya rencana finansial. Pengiritan ekstrem kayak yang dilakukan Dodi mungkin memang berhasil menyelamatkan keuangan.

Apa perlu dibikin Aksi Bela Hidup Hemat? (Ayo Hidup Hemat/CiriCara)

Tapi itu sifatnya sementara. Bukannya mendoakan, tapi kebiasaan seperti itu malah sangat rawan buat keuangan.

Coba gimana kalau jatuh sakit. Berobat perlu ongkos kan? Jikapun ada asuransi dari kantor atau BPJS Kesehatan, kita tetap rugi waktu dan tenaga untuk mengurusi masalah itu.

Mau bertahan hidup di tanggal tua? Jangan main-main dengan pengaturan keuanganmu.

Ambil Langkah Ini Jika Mau Karir atau Bisnismu Lebih Hebat di 2017


Gak ada yang mau karir atau bisnisnya merosot menghadapi tahun baru. Namun karir atau bisnis gak bisa meningkat kalau cuma diinginkan.

Yang lebih penting adalah bagaimana mewujudkan keinginan tersebut. Berikut ini ada tips resolusi karir 2017 agar kehidupan finansial lebih kinclong pada tahun yang baru.

1. Lihat realisasi target

Pastinya kita punya target jika ingin meraih kesuksesan dalam dunia kerja. Untuk memastikan karir melesat tahun depan, lihat dulu realisasi target tahun ini.

Ketahui apa saja target yang meleset. Cari tahu penyebabnya. Jangan lupa temukan solusinya agar target tercapai tahun depan.

Kenapa bisa meleset? Bidikannya pasti kurang pas. Nah kenapa bisa kurang pas? Cari tahu dong. (salah sasaran/Bisnis UKM)
 
Sementara itu, target yang terpenuhi mesti disyukuri, lalu dinaikkan. Naiknya target menandakan bahwa yang kita lakukan pada tahun sebelumnya itu bagus alias masih di dalam trek.

Sebaliknya, jika banyak target yang meleset, inilah saatnya introspeksi. Atau malah sebelumnya gak punya target. Jadikan tahun baru momentum untuk memulai hidup dengan target, bukan asal hidup.

2. Ngobrol dengan yang lain

Masukan dari pihak luar akan sangat berguna untuk membangkan karir. Terutama dari rekan kerja atau mereka yang berkaitan langsung dengan pekerjaan.

Ajak teman-temanmu diskusi atau brainstorming ngebahas masalah bisnis kamu. Kita harus tahu bagaimana pandangan orang lain terhadap bisnis kita (diskusi/HowStuffWorks)
 
Tanyakan kelebihan dan kekurangan kita dalam menjalani pekerjaan. Tapi, sebelumnya siapkan dulu mental. Jangan tersinggung jika mendapat feedback negatif.

Cocokkan masukan itu dengan prestasi yang telah kita dapat. Mungkin memang kita belum berusaha maksimal sebelumnya. Input dari keluarga pun diperlukan.

Intinya, kita gak bisa berjuang sendiri untuk menaikkan karir atau bisnis pada 2017 atau tahun-tahun selanjutnya. Peran orang lain tetap dibutuhkan dalam kehidupan kerja.

3. Mau mundur

Punya ambisi itu bagus. Tapi bukan berarti kita mesti selalu melangkah maju untuk memenuhi ambisi itu. Kadang diperlukan 2 langkah mundur untuk ancang-ancang lari 5 langkah lalu melompat jauh ke depan.

Karena itu, hindari persepsi bahwa kegagalan itu adalah hal yang buruk. Justru dari kegagalan itu kita bisa belajar agar lebih baik lagi di kemudian hari.

Contohlah J.K. Rowling. Penulis yang ngetop itu pernah ditolak sejumlah penerbit sebelum Harry Potter karyanya meledak lho. Dia gak mau menyerah meski mendapati penolakan di mana-mana.

Cerita tentang Harry Potter itu pernah ditolak 12 penerbit. Tapi sang penulis justru nggak mau nyerah. (JK Rowling/Ted.com)

Bila terhanyut dalam kegagalan, yang ada malah depresi sendiri. Apa itu berguna bagi upaya kita untuk mengejar ambisi karir atau bisnis? Jelas enggak sama sekali.

4. Cermati sekeliling

Berfokus pada diri sendiri itu penting. Namun jangan lupa, di sekeliling kita ada pesaing sekaligus contoh yang mesti dicermati demi kesuksesan karir.

Terlalu berkonsentrasi pada upaya diri sendiri justru bisa membuat kita terjebak dalam egoisme. Kita bisa belajar dari kesuksesan sekaligus kegagalan orang lain jika mau melihat ke sekeliling.

Kita pun bisa mendapatkan ide jika mau banyak-banyak menoleh ke kanan dan ke kiri serta ke atas dan ke bawah. Bukan melihat ke depan melulu.

Punya karir atau bisnis sukses adalah impian setiap orang. Namun impian itu akan terus jadi angan-angan semata jika gak mencari momentum.

Tahun baru adalah momentum yang pas untuk membuat karir lebih hebat. Kita harus buktikan, di tahun 2017 kita bisa lebih baik daripada sebelumnya.

Caranya, bukan menulis resolusi sebagai status Facebook atau #PathDaily. Tunjukkan hal itu dengan perbuatan. Sebab, orang tidak menilai kita dari omongan, melainkan tindakan.

Ubah Gaya Belanja Jadi Begini di 2017, Biar Nabung Gak Cuma Wacana


Tahun baru sudah di depan mata. Saatnya mendapat hal baru yang bermanfaat dan meninggalkan kebiasaan lama yang buruk, termasuk urusan menabung.

Perkara nabung sebenarnya simpel, tapi sering bikin ribet bergantung pada individu masing-masing. Ada yang gampang saja menyisihkan rupiah demi rupiah tiap bulan untuk ditabung.

Tapi, sebaliknya, gak sedikit yang mesti peras keringat agar bisa memupuk tabungan. Dengan adanya momentum tahun baru 2017, kebiasaan buruk susah nabung ini mesti ditinggalkan.

Poin utama yang berhubungan dengan tabungan adalah belanja. Lihat saja contohnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rumusnya adalah pendapatan digenjot dan belanja ditekan seminimal mungkin.

Dengan cara itu, pasti gampang mempertebal tabungan. Artinya, hal pokok yang mesti diperbaiki jika masih susah nabung adalah gaya belanja.

Berikut ini ada sederet tips gaya belanja yang bisa dipraktikkan pada 2017 biar nabung gak cuma jadi wacana:

1. Langsung tabung

Ketimbang mengalokasikan penghasilan buat belanja, mending langsung ambil yang direncanakan untuk tabungan. Formula yang disarankan adalah 30 persen dari penghasilan ditabung.

 Jangan tunda-tunda untuk urusan nabung. Kamu bakal butuh dana darurat di masa yang akan datang (nabung/Bintang)

Misalnya gaji Rp 5 juta, berarti langsung alokasikan Rp 1,5 juta untuk ditabung. Sisanya baru dipakai buat belanja dan kebutuhan lainnya.

Tapi cara ini memerlukan niat dan keteguhan hati. Gak ada gunanya kalau menabung Rp 1,5 juta langsung tapi di tengah bulan mengambilnya untuk belanja.

Biar aman, pisahkan rekening tabungan dengan rekening belanja. Kalau bisa, cari rekening tanpa kartu ATM atau tabungan rencana biar terhindar dari godaan tarik tunai di tengah jalan.

2. Rajin mencatat

Kebiasaan saat sekolah atau kuliah mesti dihidupkan lagi: rajin mencatat. Kita harus punya catatan seberapa besar penghasilan dan rencana pengeluaran.

 Hayo jangan males nyatet pengeluaran ya (buku catatan pengeluaran/Fresh and Organized)

Catatan penghasilan jelas lebih gampang didapat. Kalau pengeluaran, ini yang susah. Terutama buat yang suka belanja sesuka hati.

Dengan adanya catatan, kita bisa merefleksikan apa aja sih pengeluaran bulan lalu yang bisa ditekan. Contohnya kemarin-kemarin beli mi instan 10 bungkus, ternyata gak kemakan habis.

Bulan berikutnya gak perlu lagi beli banyak-banyak. Atau malah gak usah beli karena stok masih ada.

3. Yang dibutuhkan dulu

Tips selanjutnya adalah memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan. Misalnya, menaruh beras dan bahan makanan lainnya di urutan atas daftar belanjaan.

Ada lho orang yang rela gak makan seharian cuma buat nongkrong di kafe mewah malam harinya. Selain gak bagus buat keuangan, kebiasaan ini bisa mengundang penyakit. 

Ujung-ujungnya duit juga. Kalau sakit, mesti keluar biaya pengobatan dan perawatan. Belum lagi waktu dan tenaga tersita untuk pemulihan.

Setelah poin-poin kebutuhan terpenuhi, barulah beralih ke pos keinginan. Namun jika penghasilan mepet, pos ini bisa dihapus. Kita masih bisa hidup kok tanpa nongkrong tiap hari atau beli kaus baru tiap bulan. 

4. Bandingkan semuanya

Membandingkan harga barang di sejumlah toko penting agar mendapat harga paling murah. Kalau perlu, bandingkan dari toko A sampai Z. 

Malas membandingkan harga bisa membuat kita terjerumus beli barang yang terlampau mahal.

 Walhasil, peluang menambah saldo rekening pupus karena duitnya tersedot untuk beli barang yang sebenarnya bisa lebih murah.

Toh, sekarang sudah zamannya Internet. Kita bisa mengecek harga barang yang akan kita beli lewat Mbah Google. Memang, gak semuanya bisa dicek. Tapi yang penting kita sudah berusaha mendapat harga terbaik, bukan asal keluar duit.

5. Cari promo

Bicara soal Internet, info promo tersebar di mana-mana. Ada sederet situs yang khusus membagikan info promo produk. Ikutilah media sosial mereka agar selalu up-to-date dengan info promo terkini.

Hati-hati, walau lagi promo bukan berarti harus dibelanjakan ya duitnya. Tetap harus pikirin prioritas juga (Promo/Fotolia)

Tapi ingat, promo diskon pada suatu barang gak selalu berarti barang itu harganya lebih murah. Mungkin saja ada trik menaikkan harga dulu baru dikorting.

Atau meski sudah dikorting pun harganya masih lebih mahal ketimbang di toko sebelah. Itulah gunanya memiliki catatan pengeluaran dan membandingkan harga. Kita jadi tahu harga-harga barang sehingga bisa berhemat untuk kemudian ditabung selisihnya.

Resolusi 2017 mesti memuat perubahan gaya belanja jika kita merasa susah nabung pada tahun sebelumnya. Setiap orang punya gaya belanja sendiri-sendiri. Yang tahu kapan harus berubah hanya kamu seorang, bukan yang lain. Siap mempertebal tabungan pada 2017?

Jauh-jauh Dari 5 Hal Baper Ini Biar Tahun Depan Lebih Gemilang


Cita-cita naik gaji, dapat promosi jabatan, bisnis sukses dan setumpuk keinginan lainnya jadi resolusi setiap akhir tahun. Tapi, realitanya? Bangun tidur aja kesiangan terus, di kantor kerjanya ngerumpi dan browsing. Ayo dong bangun bro, sis!

Ditambah lagi sifat-sifat lain yang bikin diri sendiri susah maju. Kerjaan salah ditegur marah, terlambat penuhi deadline ngerasa jadi pecundang dan seterusnya. Duh, jangan kebawa perasaan dong kalau mau jadi orang sukses. 

Simak nih, 5 hal baper alias bawa perasaan yang gak boleh kita pelihara biar pencapaian tahun depan lebih gemilang.

1. Mudah menyerah

Setiap orang ingin jadi sukses tapi takut dan bahkan menghindari yang namanya kegagalan. Padahal kegagalan adalah bagian dari sukses itu sendiri. Saat kegagalan datang menghampiri ada dua pilihan. 

Yaitu, apakah kita memilih untuk bangkit dan berjuang atau menyerah kalah dan terpuruk berkubang dalam kegagalan.

 Gimana mau maju kalau belum tempur aja udah nyerah (Bendera putih/TheFamilyFirsthCoach)

Contoh tuh Penulis buku best seller Harry Potter, JK Rowing yang ditolak oleh 12 penerbit. Atau Colonel Sanders, sang legendaris pemilik KFC yang mengalami penolakan 1.009 kali sebelum sukses seperti sekarang. Masa sih kamu baru gagal sekali aja sudah memutuskan untuk berhenti. Malu dong ah!

2. Merasa gak mampu

Kamu tahu gak sih sifat yang paling gak banget itu adalah minder alias rendah diri. Salah satu syarat buat bisa ada di puncak tangga kesuksesan, kita harus percaya sama kemampuan diri sendiri. 

Mungkin rekan kerja kamu sangat piawai dalam membuat strategi pemasaran. Ya jangan jadi depresi kalau kamu gak. Cari kekuatan kamu, semisal, ternyata kamu sangat luwes dalam membuat konten promosi, nah fokus di situ. 

Setiap manusia pasti punya sesuatu yang bisa bermanfaat kok, jadi jangan merasa kamu gak mampu ya.

3. Selalu merasa gagal

Jalan menuju karir yang cemerlang atau bisnis yang maju tentu saja bukan perkara gampil. Ada proses dan kegagalan sering menghantui. Ada yang sebelum sukses hanya gagal sekali atau dua kali. Tapi banyak juga yang gagal berkali-kali.

 Kalau gagal ya langsung cari tahu penyebabnya, jangan merana dan galau-galau (merenungi kegagalan/Merdeka)

Ayo dong jangan kemudian selalu merasa gagal dan jadi trauma, ragu-ragu bahkan patah arang berjuang. Berhasil atau gaknya kita dalam mencoba mewujudkan target dalam hidup tergantung dari sekuat apa mental kita.

4. Gampang ngambek

Pernah lihat gak rekan kantor yang melakukan kesalahan dalam pekerjaan ditegur lalu marah dan ngambek. Bahkan besoknya gak masuk kerja hehehe. Kenapa sih sulit menerima saran yang baik dari orang lain? Apa kamu mau melakukan kesalahan yang sama berulang kali tanpa ada yang mengingatkan?

Kalau kita melakukan kesalahan dan bersikeras gak mau memperbaiki, emangnya atasan bakal mempromosikan kamu? Sudah tahu dong jawabannya. Kepandaian dan soft skill tanpa disertai dengan jiwa besar bakalan sia-sia.

5. Takut berkompetisi

Zaman yang serba cepat dan menuntut kayak gini tuh jangan disikapi dengan sikap yang klemar-klemer bro. Sikap kompetitif itu gak negatif kok selama sanggup dieksekusi dengan bijak dan sehat. 

Nah, kalau kita ngerasa takut bersaing dan memilih mundur atau mengalah terus, gimana mau maju? ‘Ah gak apa-apa, rezeki tuh udah ada yang atur.’ Kalimat kayak gini gak salah kok, tapi jangan lantas jadi tameng buat alasan yang sebenarnya, yaitu takut kalah.

 Seyogyanya seiring dengan berjalannya waktu kamu harus menjadi lebih baik. Hal itu nggak luput dari yang namanya kompetisi. (Tanding panco/Kaltim Post)

Adu presentasi dengan perusahaan lain maju aja dengan percaya diri. Lakukan yang terbaik, kalau gol ya syukur, kalau gak terpilih ya coba lagi ke calon klien lain dong. Lebih baik menyesal karena telah berusaha daripada menyesal karena kalah sebelum berperang. 

So, gimana? Mewujudkan target atau tujuan hidup pasti harus melewati jalan terjal dan berliku. Gak ada kesuksesan yang terasa manis tanpa perjuangan. Pertahankan yang baik dan positif dan buang jauh-jauh yang jelek. 

Gak mau resolusi akhir tahun gagal maning, gagal maning dong! Sekarang waktunya bagi kamu buat singkirin ‘drama’ dalam hidup dan ambil langkah nyata buat meraih hari esok yang lebih cemerlang. Selamat berjuang ya!

 

Kesalahan Keuangan yang Terlarang Dilakukan Lagi di 2017


Setiap orang pernah berbuat salah. Tapi seharusnya kesalahan gak diulang lagi, apalagi kesalahan keuangan.

Pada 2017 yang kita jalani sebagai tahun baru, kesalahan keuangan pada tahun sebelumnya mesti dihindari. Masalahnya, ada yang gak sadar bahwa tindakan yang diperbuatnya adalah kesalahan.

Inilah yang membuat kesalahan terus berulang, sehingga akibatnya pun terus diderita. Untuk itu, hal pertama untuk mencegah kesalahan keuangan yang terlarang terjadi lagi adalah mengidentifikasinya.
Berikut ini adalah kesalahan keuangan yang mestinya gak muncul lagi pada 2017:

1. Gak mudeng fungsi tabungan

Tabungan bukanlah wadah menyimpan duit saja. Lebih dari itu, tabungan adalah sarana mewujudkan impian. Mau beli rumah, sepeda motor, mobil, bahkan menikah akan lebih mudah jika punya tabungan.

Makanya, tabungan harus direncanakan. Bukan asal memasukkan dana ke rekening, terus digerogoti sedikit demi sedikit hingga akhirnya melompong di akhir bulan.

 Adalah dosa besar kalau tahun 2017 kamu masih susah buat nabung (uang tabungan/RumahKeluargaIndonesia)

Biasakan menabung dengan menetapkan tujuan sebelumnya. Misalnya mau beli sepeda motor, tentukan jenis yang mau dibeli. Berapa harganya. Mau kredit atau cash. Kalau kredit, uang mukanya berapa.

Terus berapa duit yang perlu ditabung tiap bulan untuk mewujudkan kemauan itu. Itulah fungsi tabungan sebenarnya, bukan hanya asal duit aman dari rayap atau pencoleng.

2. Gak bikin rencana

Rencana keuangan adalah fondasi finansial. Tiap negara pasti punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, termasuk Indonesia. Inilah yang mesti kita tiru dan kembangkan.

Rencana harus ada agar kita punya tujuan mau ngapain kelak. Gegabah kalau menganggap hidup ini seperti air yang mengalir, jadi ikut arus saja. Melawan arus pun kadang mesti dilakukan agar tujuan tercapai, kayak ikan salmon yang berjuang agar bisa melanjutkan hidup.

Dalam jangka pendek, rencana itu misalnya membeli sepeda motor. Jangka menengah, punya ongkos menikah. Jangka panjang, punya rumah sendiri. Rencana ini disesuaikan sendiri dengan kapasitas masing-masing, tiap orang bisa berbeda.

3. Yang penting ada BPJS

BPJS Ketenagakerjaan itu wajib hukumnya untuk memastikan hidup gak terlunta-lunta setelah karyawan pensiun. Tapi gak semuanya bisa hidup dari dana pensiun itu doang.

 Jangan hanya ngandalkan BPJS saja bos, Investasi dong (Layanan BPJS Ketenagakerjaan/Smeaker)

Dana pensiun mesti dipersiapkan sematang-matangnya. Selain dari BPJS, kita bisa berinvestasi untuk kebutuhan hidup di usia senja. Yang paling minimal adalah menabung sendiri di bank.

Hasil tabungan itu bisa ditambahkan ke dana pensiun dari BPJS, sehingga jumlahnya lebih besar. Pastinya kita gak mau menggantungkan hidup ke anak-anak kelak ketika sudah renta dong.  Apalagi hidup sengsara karena kekurangan dana.

Terlebih buat pengusaha. Dana pensiun mesti dihimpun dan dipastikan sendiri dengan matang, gak mengandalkan bantuan pemberi kerja.

4. Masa bodoh asuransi

Orang sering takut ikut asuransi karena duit hangus ketika kontrak sudah selesai. Itu karena mereka berpikir bahwa ikut asuransi sama dengan menabung di bank, duitnya bisa diambil dan dapat bunga.
Padahal konsep asuransi adalah memberikan perlindungan terhadap risiko yang bisa mengganggu kehidupan. Misalnya seorang kepala keluarga terlibat kecelakaan sehingga cacat dan gak bisa cari nafkah lagi.

Jika dia ikut asuransi, kebutuhan keluarganya bisa lebih terjamin dengan adanya uang pertanggungan. Jadi, sebenarnya uang yang dibayarkan tiap bulan untuk ikut asuransi itu gak terbuang sia-sia, karena ada perlindungan yang diberikan. 

Kecuali kita punya kemampuan meramal masa depan, ya. Tahu kapan bencana mengancam, sehingga bisa menghindari. Tapi kayaknya kemampuan itu hanya ada di film-film.

5. Utang terus

Utang diambil untuk dilunasi, bukan dibikin siklus lunas-ambil-lunas-ambil. Itu namanya gali lubang tutup lubang. Suatu saat, bisa terperosok ke lubang dan gak bisa menutupnya lagi.

Upayakan melunasi utang dijadikan prioritas ketika gaji masuk tiap bulan. Jika belum bisa melunasi langsung, paling gak mencicilnya. Ketika tanpa utang, orang bisa hidup lebih tenang.

Walhasil, kondisi psikologis yang bagus itu akan mendorong kinerja positif dalam karier. Ujungnya adalah karier melesat, yang berarti penghasilan meningkat. 

Yang parah adalah ngutang lalu kabur. Gak perlu takut jika merasa susah melunasi utang, terutama ke bank. Selalu ada solusi lewat diskusi, bukan malah lari.

6. Gak punya dana darurat

Walau sudah ada asuransi, dana darurat tetap harus diadakan. Gunanya, mengantisipasi hal-hal yang gak diinginkan dan membutuhkan dana mendesak.

Misalnya keluarga celaka di tengah jalan dan harus langsung mendapat tindakan medis. Padahal kita mesti bayar uang jaminan dulu agar dokter bisa bertindak. Lewat asuransi, butuh birokrasi
.
Contoh lainnya adalah saat terkena pemutusan hubungan kerja mendadak. Semua orang bisa terancam PHK tiba-tiba.

 Setiap gajian itu wajib ditabung buat dana darurat. Kamu pasti kerepotan kalau nggak ada dana darurat kan (Dompet kosong/Sfexaminer)

Saat inilah dana darurat berguna. Besaran dana darurat yang direkomendasikan adalah 3 bulan gaji. Penuhi dana ini dengan menabung sedikit demi sedikit, gak perlu langsung bruuk semua.

Selain enam kesalahan keuangan di atas, mungkin ada yang lain. Yuk, mulai identifikasi kesalahan-kesalahan itu sebelum terlambat. Tikus saja bisa menghindari terjerat perangkap yang sama, masak kita kalah.

Wednesday, December 28, 2016

Profesi yang Seru Sekaligus Gak Main-main Penghasilannya


Pekerjaan yang ideal itu yang bagaimana? Yang gajinya besar, jelas. Tapi kalau pekerjaannya monoton, bisa mati bosan.

Atau justru otak jadi tumpul karena gak pernah diasah. Malah repot sendiri, kan.
Akan lebih mengasyikkan jika bisa menjalani profesi yang seru sekaligus gak main-main penghasilannya. Mau tahu apa saja profesi yang seperti itu?

1. Travel blogger

Yang suka nulis sekaligus jalan-jalan, bisa dicoba peruntungan jadi travel blogger. Kerjanya adalah traveling, lalu menuliskan perjalanan itu ke suatu blog atau media massa.

Jalan-jalan mulu terus tapi dapat penghasilan? Maaaaaau dooooong. (Travel Blogger/Tnooz)

Untuk menjadi travel blogger yang andal, kita harus punya skill jurnalistik. Paling enggak dasar-dasar wawancara mesti dikuasai.

Gunanya adalah bisa menggali cerita tentang daerah yang dikunjungi dari masyarakat setempat dengan tepat. Dengan demikian, ada kisah-kisah unik dan menarik yang bisa diangkat dan dibaca banyak orang.

Dasar fotografi juga paling gak harus dipahami. Jadi, selain tulisan, kita bisa menjual foto ke masyarakat. 

Kalau kita andal mencari kisah yang bisa diangkat, pasti banyak order traveling dan nulis dari media atau perusahaan tertentu, misalnya grup hotel atau restoran. Traveling gratis, masih dibayar.

Misalnya, tarif hotel Rp 500 ribu per malam, ongkos transport dan makan Rp 500 ribu, tarif nulis Rp 1 juta. Itu untuk traveling 2 hari. Siapa yang gak mau?
 
2. Seleb medsos

Gak harus jadi bintang iklan atau film untuk jadi selebritas. Yang penting, punya banyak followers atau fans di media sosial, terutama Instagram.

Medsos itu banyak, tinggal pilih mau eksis di mana (ilustrasi medsos/Okezone)


Dengan menjadi seleb medsos, kita bisa meraih penghasilan tanpa batas terutama sebagai endorser produk. Endorser adalah orang yang mempromosikan produk.

Namun orang ini bukan sembarangan, melainkan harus punya basis massa yang besar. Dalam hal ini, ya followers atau fans yang mengidolakannya.

Harapannya, jika idolanya pakai produk tertentu dan mempromosikannya, fans akan mengikuti. Endorser ini bisa memasang tarif untuk pemasaran produknya.

Misalnya dalam sehari 3 kali upload gambar plus kata-kata promosi selama seminggu dengan tarif Rp 500 ribu. Itu untuk satu produk. Kalau bisa dapat order endorse 3 produk saja, sudah dapat Rp 1,5 juta seminggu.

3. Food blogger

Profesi yang satu ini mirip dengan travel blogger. Bedanya, yang ini dibayar untuk makan. Enak to?

Yang ini juga seru.. biar artikel blognya menarik ya makannya harus disantappp dong. Tapi hati-hati sama berat badan kamu. Jadi food blogger harus rajin olahraga (Food Blogger/Berita Satu)

Tapi biasanya gak hanya makan. Harus bisa menjelaskan asal-usul makanan dan lokasi makanan tersebut.

Skill menulis juga mesti dikuasai agar bisa menjelaskan gimana sih enaknya makanan yang dicoba. Adanya foto tentu akan membantu narasi pengalaman makan itu.

Ini beda dengan mereka yang suka foto-foto makanan sebelum makan di restoran, ya. Umumnya, food blogger adalah orang yang memang punya keahlian menuliskan pengalaman makan.

Gak cukup mengatakan bakso ini enak, misalnya. Harus dijelaskan, enaknya bagaimana. Rasa asinnnya, gurihnya, manisnya.

Rumah makan atau restoran biasa menggunakan jasa food blogger untuk promosi. Makan enak dibayar, kapan lagi?

4. Komikus

Di era sekarang ini, jadi komikus gak selalu harus menggambar pada medium kertas untuk dibukukan. Bikin komik di kertas, scan, lalu upload ke Instagram, bisa juga dapat duit.

 Karakter superhero kayak Batman, Superman, Spiderman, Ironmman dan lainnya semua lahir dari komik lho. Kebayang dong kalau kamu berhasil bikin karakter yang emang fenomenal (baca komik/Tempo)


Agar lebih menarik, bisa ciptakan maskot atau karakter khusus yang selalu ada dalam setiap komik. Umumnya, penghasilan didapat dari order membuat komik dengan sponsor tertentu
Bisa juga membuat komik umum dengan banner sponsor. Jadi, komik itu menjadi media promosi sponsor.

Supaya gak kering ide, komikus harus banyak-banyak baca info terkini. Selain itu, harus bertanggung jawab dalam membuat komik, misalnya gak nyinggung hal sensitif seperti SARA.

Sebab, karya itu dibaca masyarakat dan dinilai sponsor. Jika ternyata komik malah mengundang banyak cercaan, gak bakal ada sponsor mendekat.

Penghasilan lainnya bisa didapat dari menjadi pembawa seminar tentang komik. Penghasilan dari seminar sama bisa sampai Rp 1 juta per seminar, lho.

Selain empat profesi di atas, mungkin ada banyak yang lain. Pada zaman teknologi berkembang pesat saat ini, begitu banyak profesi yang belum pernah ada sebelumnya.

Terutama di dunia Internet, ya. Jadi, kita harus melek teknologi agar gak kalah dalam persaingan di dunia kerja. Siapa tahu malah bisa menciptakan profesi baru.
 

Setiap Tahun Bikin Resolusi Gagal Terus, 2017 Harus Gimana Dong


‘Pokoknya resolusi gue buat tahun 2017 yaitu nikah harus terealisasi Dul!’ Ujar si Otong dengan semangat juang ‘45. Abdul, sahabat Otong cuma senyam-senyum sambil nyahut ‘Perasaan itu resolusi elu dari tahun 2012 dah Tong.’ Otong tercekat dan menelan ludah.

Berasa punya nasib kayak si Otong gak? Setiap tahun bikin resolusi tapi gagal terealisasi terus. Nah, ini mau masuk tahun baru 2017 loh! Gimana? Sudah ada resolusi apa buat tahun yang baru?
Ya udah, gak usah langsung merana dan gundah gulana gitu. Simak nih 7 cara biar resolusi kamu yang selanjutnya bisa terwujud dengan sukses gilang gemilang.

1. Pastikan resolusi itu penting

Gini ya, resolusi itu udah kayak tren ‘Om telolet Om’ di mana semua orang setiap menjelang akhir tahun berlomba menggembar-gemborkan resolusinya. Gak sedikit yang cuma ikutan aja biar kekinian.

 Resolusi itu penting karena lewat resolusi inilah kamu bisa berkembang jadi lebih baik. (Rencana susun resolusi/Liputan6)

Banyak yang lebay dan terkesan gak penting. Semisal, bikin resolusi punya pacar yang kaya raya biar bisa hemat pengeluaran. Ini kayaknya lebih ke obsesi pribadi aja sih, gak perlu sampai jadi resolusi deh hehehe. 

Selidiki dan evaluasi deh diri kita, apa sih yang belum dicapai. Semisal, tahun depan pengin punya karir yang lebih bagus, punya pola hidup lebih sehat, lebih hemat, punya investasi dan lainnya.

2. Buat catatan

Manusia gak lepas dari yang namanya sifat lupa. Saat kamu sudah tahu resolusi buat tahun depan, langsung tulis. Kalau perlu tulis secara detail sampai ke cara-cara mencapainya, jangka waktu, anggaran  dan lainnya.

Mau nulis di media sosial kamu juga silahkan saja, tapi jangan terlalu lebay ya. Ingat, media sosial itu walau bebas, tetap saja ruang publik. Bakal banyak mata yang baca dan jari yang siap nulis komentar. Kalau kamu merasa siap dikritisi, silahkan saja.

3. Jangan serakah

Jangan serakah di sini maksudnya gak usah sok muluk-muluk mau ini, itu, kebanyakan resolusi. Lebih baik tetapin deh satu resolusi tapi fokus dan komit. Kamu lebih pilih mana, banyak resolusi tapi pada akhirnya berantakan dan gak ada satupun yang terealisasi atau satu tapi sukses?
Kalau kamu punya lebih dari satu resolusi ya bukan berarti gak boleh. Tapi coba dibuat daftar prioritasnya deh, kira-kira mana yang harus lebih dulu kamu raih. Dan sesuaikan juga sama waktu, keuangan dan kebutuhan kamu.

4. Bikin komitmen

Sudah bukan waktunya lagi cuma berucap dan berwacana soal resolusi namun realitanya gak serius. Sekedar tren, ikut-ikutan saja biar kekinian. Sukses atau gaknya semua tergantung dari komitmen diri sendiri sekuat apa. 

Kenapa banyak orang gagal merealisasikan resolusi setiap tahun? Salah satunya ya karena gak adanya tekad sekuat baja dalam diri. Kalau perlu buat catatan kecil dengan tulisan ‘KOMITMEN’ atau ‘LAKUKAN’ lalu tempel di semua sudut kamar. Ini buat pengingat saat kamu lagi malas atau gak bersemangat.

5. Jangan galau mulu

Fokus deh sama resolusi kamu, jangan labil apalagi galau. Kalau sudah bikin rencana A ya jalanin A dulu sampai mentok. Jangan plin-plan, berubah-ubah kayak orang bingung gak punya prinsip. 

Ibaratnya kayak mau pergi ke pasar, di tengah jalan lihat ada toko buku, mampir, dan malah asyik baca buku. Lupa tujuan awal mau ke pasar.

Hayo siapa yang sering upload beginian di medsosnya? hehe.. Jangan galau-galau ya 2017 (Quotes di Medsos/Gambargambar.co)
 
Emang sih sikap fleksibel alias gak terlalu kaku juga dibutuhkan, tapi sesuaikan dengan situasi dan kondisi ya. Jangan setiap menit berubah pikiran, bisa-bisa cuma jalan di tempat aja deh.

6. Bikin anggaran

Banyak yang lupa kalau bikin anggaran itu salah satu hal penting saat ingin mewujudkan sebuah resolusi. Kok bisa? Gini loh, semisal kamu punya resolusi buat bisa kuliah lagi tahun depan, nah berarti harus siapin dana dong. 

Contoh lain, ingin lebih sehat, salah satu caranya dengan jadi member di gym, ya harus siapin budget buat biaya keanggotaan gym dan seterusnya. Kalau gak siapin budget ya wassalam, bakal cuma jadi wacana deh tuh resolusi. Apalagi setiap tahun harga-harga kebutuhan ada saja yang naik. Kamu harus lebih teliti dan bijak sama pengeluaran. 

7. Tentukan jangka waktunya

Punya resolusi itu sama artinya dengan punya target. Yang namanya target ya harus ada deadline alias batas waktu. Semisal, kamu ingin sudah bisa fasih berbahasa inggris di akhir tahun depan atau bisa turun 10 kilo di akhir bulan Juli tahun depan dan seterusnya.

 Tanpa target, resolusi yang kamu rencanakan itu cuma angan-angan. (kalender/caverun)

Adanya jangka waktu untuk setiap resolusi bakal bikin kamu lebih disiplin dan serius mewujudkan resolusi. Ya kalaupun pada akhirnya meleset, gak apa-apa juga sih. Tapi, paling gak bisa memacu kamu untuk terus berusaha mewujudkan resolusi. 

Bukan sesuatu yang salah setiap tahun punya resolusi, mau itu resolusi yang sama atau berbeda. Setiap manusia pasti ingin punya kehidupan yang lebih baik, dan momennya memang paling pas saat menjelang pergantian tahun. 

Resolusi dibuat bukan untuk jadi beban ya, tapi untuk jadi motivasi, penyemangat kamu untuk menjadi manusia yang hidupnya lebih berkualitas. So, selamat membuat resolusi dan semoga terwujud ya!