Wednesday, January 4, 2017

Hindari Deh Berkonflik di Tempat Kerja, Gini Tipsnya

Tukang Cari Muka atau Tukang Muka Dua. Mana yang serem?
Topik beginian paling sering keluar pas jam makan siang. Ketika perut kenyang, obrolan yang paling seru tuh ketika ngerumpiin seputar kelakukan temen kerja.
Hayo ngaku!
Memang begitu faktanya. Namanya aja kerja di tempat orang, probabilitas ketemu makhluk jenis begini gede banget. Pastinya, hadapi karakter si tukang cari muka dan muka dua sering menguras emosi.
Makin sebel kalau kelakuannya ditambah sama hobi jatuhkan temen, baik secara diam-diam atau terang-terangan.
Sebenernya sih silakan aja cari muka di depan atasan. Silakan saja kalau itu jadi modus yang efektif ingin dapat promosi, naik gaji, bonus tinggi, atau ‘disayang’ sama bos.
Orang tipikal ini baru jadi masalah kalau ‘nyenggol’ sama yang lain. Kerjaannya menjilat ke atas dan menginjak ke bawah. Hepi banget lihat orang susah dan susah lihat orang seneng.
Padahal kalau mau diulik, yang suka cari muka itu sebenarnya sadar diri kalau banyak kekurangan. Kompetensi mandul, kreativitas nol, sampai isi otak yang bebal.
Gampang banget kenali ciri-ciri si cari muka ini. Sukanya bilang yes paling kenceng saat meeting sama bos. Suka berlindung di balik bos. Terus hobinya ngadu dan suka bilang kejelekan orang.
Lebih parah lagi kalau dia juga suka sabotase kerjaan orang. Berani mengklaim kerjaan orang. Enggak segan-segan jadi jongos bos. Wah pokoknya banyak deh!
Sama seremnya sama yang tukang cari muka. Paling kentara tuh mulutnya supermanis tapi di belakang nusuk. Selalu pasang muka ceria ketika dipanggil bos.

Enggak pernah absen pamer ide, konsep, atau gagasan yang sebenarnya dia sendiri gagal paham. Suka pura-pura sibuk ketika bos lewat. Pokoknya bikin darah orang yang waras bakal naik lihat ulahnya.
Meski pengen muntah lihat kelakuan yang begitu, tetap santai aja bro/sis. Rileks. Enggak usah buru-buru nafsu resign buat pindah ke kantor baru. Bukan jaminan kantor baru bersih dari tipe parasit yang begini.
Jangan juga mikir nyingkirin tukang cari muka dan cari muka dua lewat jasa dukun santet. Woles aja. Mending himpun tips jauhi konfrontasi biar rezeki dari kantor tetap lancar jaya. Hayati pelan-pelan ya tipsnya.
1.Tetap bersikap enggak ada apa-apa
Iya sih batin tersiksa lihat pemandangan rekan kerja jenis begini. Apalagi kalau duduknya di depan or di samping. Hawanya mau lari ke toilet buat muntah.
Tapi cobalah tetap santai. Bawa woles aja. Tetep konsentrasi sama kerjaan. Be professional lah. Tunjukkan wajah dan gerak-gerik yang biasa ketika ketemu. Hindari pasang wajah permusuhan.
2.Enggak usah terpengaruh
Abaikan saja. Udah cukup itu. Percuma kalau ditanggapi karena enggak bakal ada ending-nya. Makin dilayani, makin menjadi-jadi.
Mending didiamkan saja dan tetap tenang. Anggap saja dia enggak eksis. Justru sikap ini bakal bikin dia kikuk sendiri. Semua ‘serangannya’ enggak mempan.
3. Jaga hubungan
Suka enggak suka, status tukang cari muka atau muka dua adalah rekan kerja. Sama-sama punya kepentingan di kantor, yakni sama-sama cari makan. Jadi tetap jaga hubungan dalam batas yang wajar.
4. Jaga jarak
Ini penting. Ingat ya, tukang cari muka dan muka dua itu musuh dalam selimut. Mending jaga jarak dan batasi topik pembicaraan agar jangan sampai masuk wilayah privat.

Bisa bahaya mengingat kapan saja dia bisa jadikan itu sebagai senjata buat menjatuhkan. So, silent is golden.
5. Belajar dari ‘korban’
Yah, enggak ada salahnya belajar dari ‘korban-korban’ orang tipikal ini. Kenali dan dalami kenapa mereka jadi korban. Setidaknya pengetahuan ini bisa jadi bekal agar besok-besok enggak masuk daftar korban si tukang muka dan muka dua!
Minimal itu dulu deh dipraktikkan. Hindari langsung mengeskalasi konflik ke atasan. Nanti dianggap anak TK lagi. Dikit-dikit lapor. Lagi pula bukan jaminan konflik bisa hilang.
Terus pahami juga di dunia profesional, enggak ada tempat yang steril dari konflik sesama rekan kerja. Selalu aja ada orang-orang antagonis yang siap menggigit siapa saja.
Maklumi. Toh yang namanya kantor itu tempat berkumpulnya banyak orang yang enggak semuanya punya kepentingan sama.

No comments:

Post a Comment