Friday, January 6, 2017

Jangan Percaya 6 Mitos Ini Kalau Mau Jadi Orang Sukses

Sebagai orang Indonesia, mitos sudah jadi makanan sehari-hari. Di tanah Jawa, khususnya, banyak mitos terkait dengan kehidupan.

Salah satunya, larangan orang Sunda menikahi orang Jawa. Mitos ini masih ada sampai sekarang, meski terkesan gak masuk akal.

Ternyata, larangan itu muncul dari sejarah perang zaman Majapahit! Alkisah, raja Majapahit melamar putri Sunda. Tapi ketika akan dilangsungkan pernikahan, malah kerajaan Sunda diserang untuk dikuasai.

Timbullah dendam yang melatari munculnya mitos tersebut. Walau mitos, masih ada yang memegangnya lho. Padahal tergolong gak berfaedah.

Dalam dunia usaha, mitos semacam itu ada juga. Malah, mitos ini sangat mempengaruhi sukses-tidaknya seseorang, tapi masih ada yang percaya.

Kalau kamu termasuk yang gak mau jadi orang sukses, percayai saja 6 mitos ini.

1. Lulusan SMA doang

Kesuksesan gak ditentukan oleh ijazah. Lihat tuh Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti. Ijazahnya cuma SMP lho.

Sementara itu, dalam tiap job fair masih banyak lulusan sarjana yang susah cari kerja. Pendidikan itu penting, tapi buang jauh-jauh deh mitos harus punya ijazah sarjana untuk jadi sukses.

2. Gak ada riwayat sukses

Omong kosong jika mengatakan riwayat orang tua atau keluarga yang sukses mempengaruhi garis kesuksesan keturunannya. Orang tua sukses gak selalu menandakan anaknya sukses juga.

Udah gak terhitung orang yang sukses dari keluarga miskin. Howard Schultz, misalnya, bisa sukses dengan Starbucks meski terlahir dari keluarga miskin di permukiman yang miskin pula.

3. Garis nasib gak mendukung

Entah itu zodiak, shio, garis tangan, atau ramalan apa pun yang bilang peruntungan gak bagus, jangan percaya. Kita gak bisa memilih dilahirkan kapan atau di mana, tapi bisa menentukan sendiri sukses atau tidak.

Ramalan-ramalan seperti itu dibikin asyik saja. Kalau bagus dipercaya, kalau enggak ngapain percaya malah bikin down.

4. Perempuan susah sukses

Mau perempuan mau laki-laki, semua orang berkesempatan sama untuk menjadi sukses. Sekarang sudah bukan eranya perempuan di bawah pria.

Banyak wanita yang memegang jabatan tertinggi dalam suatu perusahaan. Marissa Mayer yang memimpin Yahoo, contohnya. Atau Sri Mulyani yang memimpin Kementerian Keuangan.

5. Terlalu muda

Muda kerja, tua kaya-raya, mati masuk surga. Begitu ungkapan yang didambakan terwujud dalam kehidupan hampir tiap orang. Gimana kalau muda kaya-raya, tua tambah kaya, mati masuk surga.

Itu gak mustahil. Siapa yang bisa nolak menjadi orang muda yang sukses. Contohlah Mark Zuckerberg atau Andrew Darwis, yang bisa merasakan nikmatnya kesuksesan saat masih muda.

6. Serba terbatas

Semua orang punya keterbatasan, tapi itu bukanlah alasan untuk menjauhkan diri dari kesuksesan. Yang punya masalah disabilitas, misalnya, masih bisa sukses kok. Seperti Ludwig van Beethoven, yang punya masalah pendengaran tapi mampu jadi komposer andal.

Keterbatasan mestinya dipandang sebagai rintangan yang mesti dilewati, bukan dijauhi. Jika sukses melewatinya, bukan mustahil kesuksesan ada di depan mata.

Modal usaha juga termasuk dalam keterbatasan yang mestinya diatasi. Modal yang sedikit bukan berarti usaha gak bakal sukses.

Memang, mungkin operasinya gak selancar yang modalnya berjibun. Toh, masalah modal bisa ditanggulangi dengan beragam cara, antara lain pinjam ke bank.

Usahakan mencari pinjaman ke bank ketimbang rentenir atau lembaga partikelir lainnya. Sebab, pinjaman dari bank ada dasar hukumnya. 

Segala macam ketentuan seperti bunga, penalti, dan lain-lain sudah diatur. Sedangkan pinjaman dari rentenir bisa ditentukan sendiri aturannya, yang sering dengan bunga mencekik.
Gak ada alasan untuk mempercayai mitos yang menjauhkan diri dari kesuksesan. Telisik dulu mitos itu, lalu ambil kesimpulan. Jika banyak gak masuk akalnya, buat apa dipercaya. Setuju?

No comments:

Post a Comment